Tentang....

YOUTH AND NAZI. If there was a social transformation during the Nazi dictatorship then it can be detected most easily in the ideas and attitudes of young Germans. It was in youth policy that the regime had its greatest successes and won most popularity. Thousands of young people were taken in by excitement of hiking, camping, competitive sports, marching in smart uniforms or simply by a yearning to belong.

(Martin Collier & Philip Pedley. 2000. Germany 1919-45. Heinemann)

6 May 2013

Istilah Bahasa Jawa (Bagian 1)


abiwada: penghormatan (diabiwada: dihormati, disambut dengan penghormatan).
abyor: gemerlap, bersinar, berkilauan.
adaini: urat nadi di leher (ngetokake adaini: menggunakan kekuatan tubuh untuk bekerja; rajin;

bersemangat).
adilaga: pertempuran, peperangan.
adiraga: bersolek, berdandan, mematut diri.
aditya: matahari.
adreng: sangat menginginkan.
aldaka: gunung.
aleran: alur, jalur, lajur.
alub: (dialubi: direbus dulu sebelum dimasak; dicukur  dulu sebelum dihias).
ambara: langit, angkasa.
amad: pembantu, abdi (amad dalem: juru kunci makam).
ambul: ikut bergabung; ikut membantu; ceroboh; ugal-ugalan.
amleng: tidak ada kabarnya, diam saja, sepi sekali, pikiran buntu.
amreta: air, hidup (tirta amerta: air kehidupan).
amrik: menyebar berbau harum/wangi.
ancala: gunung.
andakara: matahari.
andrawina: pesta pora, resepsi, jamuan makan/minum.
anggara: hari Selasa.
angkin: ikat pinggang dari kain yang ujungnya untuk membungkus uang.
angklah: merasa sakit, sedang kesulitan.
angkle: lelah, letih, capai penat, payah.
anglek: manis sekali, sedih sekali.
anglir: mirip, menyerupai.
angok: surut, susut, berkurang air/sungai/banjir
angreh: memerintah, menguasai.
angrik: mendesir.
angrob: rob, banjir, air bah.
angrod: kesedihan, kesusahan, kekurangan, kemiskinan.
angsab: sepadan dengan usahanya, tidak rugi.
anil: bersiul.
anila: angin.
anindita: sempurna, tanpa cacad.
andinya mantri: patih, perdana menteri.
anon: mengetahui, melihat, menyaksikan.
antaka: mati, meninggal.
antakusuma: kain dengan motif bunga berwarna-warni.
antawacana: suara tokoh-tokoh wayang.
anthon: topeng yang menakutkan, kedok.
antiga: telur.
anukarta: menurut, setia, mengarang, membuat, membentuk.
anung: yang lebih, cerdas.
anuraga: yang dikasihi, yang disayangi.
anyir: sangat gurih.
apirowang: pura-pura menolong.
apitambuh: pura-pura tidak mengerti.
aram: kayu untuk membendung sungai/kanal/selokan.
arcana: (mangarcana: menghormati, menyembah).
arcapada: dunia/tempat tinggal manusia.
ardawalepa: ditanya ganti bertanya, tidak sopan.
ardawalika: benda pelengkap upacara berbentuk naga.
ardaya: hati, perasaan.
ardi: gunung.
argya: (dipahargya: diterima/disambut dengan kehormatan); mahargya menyambut dengan

hormat.
aribawana: kahyangan, kediaman.
arih: akeh; diarih-arih dihibur seupaya tidak marah, dibujuk supaya menurut.
arsaya, arsana: gembira, senang.
artaka: uang, bendahara.
artati; manis, gula.
arubiru: perusuh, pengacau.
aruna: matahari.
asana: singgasana/tahta raja, tempat tinggal, gedung.
ascarya: heran, mengherankan.
asura: raksasa.
atma: nyawa, sukma, roh, anak.
atmaja: anak.
atmaka: nyawa, sukma, roh.
awignam astu (namassidem): semoga dijauhkan dari godaan.
aywa: jangan.
badhama: senjata kapak/beliung.
badhaya: penari.
badhigas: kurang ajar, tidak sopan.
badhigul: bodoh (badigulangene: berlagak pandai).
badra: keberuntungan, kebahagiaan, baik sekali.
bagaskara/bagaspati: matahari.
bagawan: beruntung, sebutan pendeta, orang suci.
bagowong: gerhana matahari/bulan total.
bahar: laut.
baita: perahu.
bajra: intan, petir, kilat, halilintar, tombak bermata lima.
bakti: setia, penghormatan.
balakuswa: tentara berseragam lengkap.
balasrewu: mantera yang bisa mendatangkan jin banyak sekali.
balabar: tumpah lalu mengalir.
balad: kerja bakti, gugur gunung.
baleman: bara api.
balong: cekungan tanah berisi air, kolam berisi ikan.
baluwerti: tembok/benteng yang mengelilingi istana.
bane: suara (ora ana banene, ora ana baneke: tidak terdengar suara orang).
baneh: berbeda (baneh karo padatan: tidak seperti biasanya).
bangal: liar, jalang, tidak penurut.
bangen: selalu beruntung, selalu mendapat banyak jika memancing ikan.
bangga: tidak menyerah, meronta, melawan, sulit dikerjakan.
banon: batu bata, bata merah.
bantala: tanah.
banten: (bebanten) korban
baon: (bebaon) luas sekali, menghitung dengan ukuran bau.
baran: tanah lapang milik umum (panas baran: mudah tersinggung, mudah marah).
bateh: anggota keluarga yang menjadi tanggungan.
bausastra: kamus.

(bersambung...)

Sumber:
Kamus Lengkap Jawa-Indonesia. 2007. Kanisius